Bukan hanya orang arif balig cukup akal saja yang senang menyambut lebaran. Biasanya belum dewasa juga merasa senang ketika akan merayakan lebaran. Apalagi kalau belum dewasa berkesempatan mendapat parcel sebagai hadiah hari raya yang istimewa.
Jika berencana menciptakan parcel untuk si kecil, maka sebaiknya kita menghindari beberapa kesalahan ini. Agar si kecil semakin memahami makna lebaran dan tak hanya tergiur dengan hadiah parcelnya saja :
Memberi Parcel Tanpa Alasan Tertentu
Sebaiknya kita menunjukkan parcel kepada anak sebagai reward atas keberhasilannya. Misalnya keberhasilan berpuasa satu bulan penuh atau ibadah salat tarawih setiap hari. Dengan demikian, belum dewasa akan lebih gampang mempelajari konsep berpuasa dengan benar. Bulan bulan pahala bukan hanya menjadi bulan untuk menantikan banyak hadiah dari orang-orang terdekat.
Harga Parcel Terlalu Mahal
Memberi reward berupa parcel lebaran kepada belum dewasa memang baik. Tetapi bukan berarti kita harus membeli parcel yang harganya sangat mahal. Siapkan saja parcel sederhana yang sesuai dengan kebutuhan anak. Maka belum dewasa pun akan berguru untuk hidup irit dikala memenuhi kebutuhannya.
Isi Parcel yang Tak Sesuai Kebutuhan Anak
Anak-anak niscaya senang sekali bila mendapat parcel berisi konsol game terbaru atau aneka masakan ringan lezat. Tetapi esensi manfaat parcelnya justru jadi berkurang. Alangkah lebih baik kalau belum dewasa mendapat parcel yang lebih bermanfaat ibarat alat tulis atau perlengkapan ibadah.
Tidak Menyertakan Perlengkapan Ibadah
Perlengkapan ibadah berupa tasbih, al-quran, sajadah, mukena, dan peci ialah salah satu pilihan isi terbaik untuk parcel anak lebaran. Karena secara tak pribadi parcel tersebut akan mendukung anak untuk rajin beribadah. Ajarkan kepada belum dewasa bahwa kita harus beribadah dengan persiapan hati dan diri yang matang. Mengenakan perlengkapan ibadah gres akan menunjukkan semangat tersendiri bagi anak-anak.
Memberikan Uang Sebagai Isi Parcel
Uang bukanlah pilihan isi yang sempurna untuk parcel anak ketika lebaran. Biarkan belum dewasa menghargai dan memahami setiap barang yang kita siapkan dalam parcel. Sementara kalau ingin menunjukkan hadiah berupa uang, kita dapat memisahkannya dari parcel. Sehingga belum dewasa dapat menghargai sumbangan selain uang.
Mulai tahun ini, kita wajib mengajak belum dewasa untuk lebih mengenal makna ramadan dan lebaran dengan baik. Agar buah hati kita tumbuh menjadi pribadi berbudi luhur yang peduli terhadap orang-orang terdekat dan sesamannya.
Buat lebih berguna, kongsi:

