SELAMATAN DAN SYUKURAN DALAM ISLAM
Assalamualaikum wr. wb.
Saya mau menanyakan perihal selamatan. Kata ibu saya itu salah satu sedekah. Sedekah dengan cara menciptakan masakan dan mengajak orang-orang untuk makan bersama, terkadang juga di isi dengan doa-doa dalam al-qur'an dan kata-kata dalam bahasa jawa. Jenis-jenis selamatannya menyerupai "pindahan, motor/mobil baru, kematian (1minggu, 100hari, 1000hari dsb), 7 bulan kehamilan, 3 bulan kehamilan dan lain-lain.
1. Apakah dalam islam itu di benarkan?
2. Kalau iya darimana dalilnya?
3. Kalau tidak darimana dalilnya dan selamatan yang bagaimana yang ada dalam islam dan yang di praktekan oleh nabi (aqiqah dsb)?
Tolong di jelaskan seluruh selamatan yang ada dalam islam, sehingga kalau orang bau tanah saya
menyuruh di luar dari itu tidak saya lakukan. Terima kasih.
TOPIK KONSULTASI ISLAM
JAWABAN SELAMATAN DAN SYUKURAN DALAM ISLAM
1. Islam membagi kegiatan insan menjadi 2 kategori. Yaitu, aktifitas ibadah dan aktifitas muamalah (perilaku non-ibadah menyerupai transaksi dan tradisi). Ada kaidah fiqih yang menjadi standar dasar yang disepakati oleh ulama fiqih termasuk dari kalangan Salafi Wahabi (Sawah) dalam menyikapi kedua kategori tersebut sebagai berikut:
والأصل في العبادات المنع والتوقيف، وفي العادات الإباحة والإذن، وفي الأبضاع التحريم، وفي الأموال المنع.
Artinya: Hukum asal dalam ibadah ialah dihentikan dan pengajaran eksklusif (dari Alquran dan hadits). Hukum asal tradisi ialah boleh dan idzin. Sedang aturan asal kemaluan ialah haram. Hukum asal harta ialah terlarang.
- Maksud dari kaidah fiqih di atas ialah bahwa dalam problem ibadah kita tidak boleh membuat-buat sendiri tanpa ada dasar Alquran dan/atau hadits. Dan tidak boleh mengurangi atau menambahi ibadah yang sudah ditentukan. Seperti shalat subuh 2 rokaat tidak boleh ditambah atau dikurangi.
- Adapun tradisi, maka aturan dasarnya ialah boleh dan dimaafkan. Artinya, insan diberi kebebasan oleh Islam untuk berinovasi dan mengkreasi suatu kebiasaan dan itu dibolehkan selagi di dalamnya tidak ada unsur-unsur yang bertentangan dengan syariah (QS Yunus ayat 59)..
Dari sedikit uraian di atas, maka pengikut Wahabi dan non-Wahabi setuju bahwa shalat, puasa, haji, zakat itu ialah ibadah dan tidak boleh ditambah atau dikurangi. Namun, aliran Wahbi dan non-Wahabi berbeda pendapat dalam hal-hal di luar itu. Misalnya, apakah selamatan atau syukuran pada ketika pindah rumah, beli kendaraan beroda empat baru, kematian (1 - 7, 40, dll) itu termasuk ibadah atau tradisi? Bagi kelompok Wahabi, itu ialah masuk ranah ibadah, alasannya ialah itu dihentikan alasannya ialah tidak ada dalilnya alias dianggap bid'ah. Bagi kalangan non-Wahabi, menyerupai kalangan yang secara kultural berhubungan ke NO (Nahdlatul Ulama) kegiatan tersebut ialah potongan dari tradisi. Karena itu tidak larangan melakukannya selagi tidak hal-hal yang berlawanan dengan syariah di dalamnya. Kami lebih condong pada padangan kedua yakni boleh. Apalagi di dalam program itu dibaca bacaan-bacaan dari ayat Alquran yang terang dalam hadits atas kebaikannya.
Tentang bid'ah itu sendiri Wahabi dan non Wahabi berbeda pendapat. Wahabi hanya mengenal satu bid'ah yakni bid'ah dalalah (sesat). Kalangan Ahlussunnah non-Wahabi membagi bid'ah menjadi sayyi'ah (buruk) dan hasanah (baik). Baca detail: Bid'ah Baik dan Bid'ah Buruk. Dalil adanya bid'ah baik dan jelek ini sangat besar lengan berkuasa dan merupakan pendapat secara umum dikuasai ulama salaf.
Baca juga:
- Hukum Peringatan Maulid Nabi
- Wahabi Salafi, Apa itu?
2. Lihat poin 1.
3. Lihat poin 1.
_______________________
DILEMA MENIKAH DENGAN LELAKI CINTA PERTAMA ATAU KEDUA?
Aslm..
Saya minta tolong kepada Anda untuk kasih sedikit saran/solusi atas problem dilema cinta saya. Maaf kalo agak panjaug critanya
Saya De yang punya cnta pertama pada usia 16th pada th 2008. Cnta prtama saya berjulukan Di. Dan kmi harus trpisah alasannya ialah Di harus kluar negri untuk bkerja. Di mnggalkan saya tanpa korelasi pcar atau beliau tidak mngatakan klo beliau ska saya. Padahl saya ykin beliau ska saya dan saya mmang mnyukainya.
Th 2012 saya mmpunyai pcar bnrma Ha hngga ketika ini kmi msh brpcaran. Disela2 korelasi saya dan Ha, Di tba2 mncul lewat media umum Facebook pada ahir 2012 dmana korelasi saya dan Ha sdh berpacaran. Saya tidak jjur perihal Ha. Dan Di mnytakan prsaannya klo beliau mnyukai saya dr tahun 2008 silam. Dlu Di aib mngungkapkannya alasannya ialah Di belum mmpunyai pkrjaan. Dan mulai ketika itu saya mnjalin korelasi stts berpcaran dengan Di yang msh d negra lain dan Ha yang da di kota lain. Tapi Ha selalu dtg pada saya stiap lbur krja. Saya mlihat Ha orang yang sderhana tapi taat beribadah dan sayag bgt ma saya. Bftu byk pngorbanan Ha untuk saya. Hingga saya hampir mmilih Ha untuk saya jdikan suami dan mlupakan Di yang mnjdi cinta prtama saya dan jjur saya mnyukainya alasannya ialah parasnya dan belum prnh mnyukai laki2 lain spt saya mnyukainy.
Tapi problem lain muncul ktika Ha ingn mnikahi saya agustus kmrn, orang tuanya tidak merestui korelasi kta. Orang tuanya tidak mnyukai saya dan ingn mlhat anakany( Ha ) mnjadi orang sukses dlu yaitu mnjadi karyawan ttap d prusahan kawasan Ha bkerja. Ortuny gres mengijinkan Ha mnikah tahun depan agsts. Hingga ortu Ha gk jarang menelpon ibu saya dan melontarkan kata-kata yang pahit dan mnyakitkan tanpa spengetahuan Ha dan saya dan mncoba mmisahkan saya dan Ha. Dia juga mnyuruh untuk mmisahkan saya dan berusahaa mmbuat ibu saya benci terhadap Ha. Kegagalan prnikahn saya dan Ha mmbuat saya ingin bnr2 melupakan Ha dan ingn kmbali kepada Di. Di tidak tahu problem korelasi saya dan Ha. Dan tidak tahu pula hingga saya hampir menikah dengan Ha. Karenaa saya mmang sengaja tidak akan memutuskan slh satu dr mereka smpai saya bnar2 resmi mnjd seorang istri. Di brencana cuti d bulan oktober th 2013 ini dan berjanji akan mnikahi saya. Tapi kputusan itu belum 100% tapi gres 80% kmungkinan Di bisa cuti.
Yang saya tidak sangka trnyata Ha tidak mengalah dengan keadaan. Meski tanpa restu ortu beliau tetap akan mnikahi saya dengan sgla kmampuan yang ia miliki tanpa akan mminta sdkitapiun kbutuhan prnikahn kami dr ortunya. Sbnarny Ha ingin menikahi saya bulan kmarin tanpa spengetahuan ortuny dan mngadakan resepsiny pada bulan depan dengan mengundang ortunya. Ini dsbabkn alasannya ialah fktor dana yang harus Ha persiapkn sendiri. Tapi karenaa perhitungan hari baik ibu saya melarang kami mnikah bulan kmarin dan menyarankan kami mnikah bulan dpan brsmaan dengan resepsi. Saya tidak begitu pusing dengan Di alasannya ialah belum niscaya Di bisa pulng bulan dpan dan itu akan saya jadikan alsan bila saya harus mnikah dengan Ha.
1. Baru tadi sore Di mnelpon saya bhwa beliau akan pulng bulan dpan dan akan mnikahi saya. Di begitu serius dengan cinta dan niatnya . Dan saya tidak mmberitahukn perihal planning prnikahn saya dengan Ha. Saya begitu galau ap yang harus saya lakukan, saya pernh mncba istkharah tapi belum ada kemantapan hati untuk menentukan dan memutuskn. Saya ksihn pada Ha tapi saya skit hati dengan ucapan ortu Ha. Dan saya mncntai Di dr dlu dan mmang cma Di orang yang sbnrny saya cintai.
Saya tidak bisa mninggalkn Ha alasannya ialah saya ksihan begitu bisaar pngornbanan dan rsa cinta, bukn cuma saya yang mnyadari itu tapi keluarga sayapun menyadarinya. Saya mengenal diri Ha mgkn 90%. Tapi saya sendiri mngenal Di mgkn hanya 30%.dan saya mlihat Ha orang yang brtggung jawab dan sayag saya dan taat beribdah. Klo saya mngenal Di adlh orang yang msh mngrjakan kwjiban shlat wlaupun d negri orang yang myoritas nonmuslim.
Saya bngung dengan bgaimana saya mnghadapi bulan dpan. Prsaan saya yang kurang peka mmbuat saya susah untuk mndapatkn kmantapan hati stlh istikhoroh.
Tahunxa
JAWABAN
1. Anda punya pilihan untuk menentukan yang mana. Tapi dalam syariah disarankan biar faktor agama atau ketakwaan dan kesalihan seseorang menjadi kriteria utama dalam menentukan jodoh. Lihat: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
Lihat juga: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
_______________________
HUKUM AIR BEKAS WUDHU YANG DIPAKAI WUDHU LAGI
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu
Dalam sebuah lembaga pernah ada pertanyaan yang inti dari pertanyaan tersebut adalah:
1, apakah air bekas wudhu (yang telah digunakan berwudhu, misal: membasuh muka) bila menetes lagi ke air wudhu gres (misal: untuk membasuh muka yang kedua kalinya) membatalkan wudhu? Air tersebut air yang mengalir (misal: dari kran).
2. Apakah airnya sudah dihukumi musta'mal?
3. Dari pertanyaan tersebut juga disampaikan bahwa air wudhu (saat berwudhu) bisa menggugurkan dosa-dosa, kemudian semisal menetes lagi ke air wudhu yang gres apakah dosa-dosa yang telah gugur tadi kembali lagi kepada orangnya? Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.
JAWABAN
1. Tidak membatalkan wudhu kalau yang menetes cuma sedikit. Lihat: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
2. Iya dihukumi musta'mal, tapi dimaafkan. Artinya tidak hingga membatalkan wudhu.
3. Sebuah hadits sahih riwayat Muslim Nabi bersabda:
Hadits di atas merupakan fadilah yang bertujuan biar seorang muslim rajin berwudhu dan beribadah. Dan bahwa betapa besarnya keutamaan berwudhu. Tapi, hendaknya ia tidak dimaknai secara matematis menyerupai yang Anda tanyakan. Intinya adalah: wudhu yang sah dan benar besar pahalanya sehingga sanggup menebus dosa-dosa kecil.
_______________________
ANTARA JANJI KE KAKEK DAN PERINTAH IBU
Assalamu'alaikum
Pak Ustadz, saya mau tanya. Saya galau Pak Ustadz, dulu sehari sebelum kakek saya meninggal kakek saya berpesan " Nak, nanti kmu klo kuliah ambil jurusan A ya, dan saya menjawab iya kek". Tapi, di sisi lain Ibu saya dari dulu ingin saya mngmbl jurusan B.
Nah, ini saya galau Pak Ustadz saya harus menepati kesepakatan saya kepda kakek atau saya mematuhi Ibu saya, saya takut mengcwkn Ibu, tapi di sisi lain saya takut melnggar janji?
JAWABAN
Anda hendaknya memenuhi perintah dari ibu. Karena taat pada perintah orang tua, terutama ibu, ialah wajib selagi tidak melanggar syariah. Lihat: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
Adapun ingkar kesepakatan pada kakek itu kurang baik, tapi bukanlah termasuk dalam dosa besar. Cukuplah anda bertaubat atas kesalahan ingkar kesepakatan tersebut.
_______________________
Sumber https://www.alkhoirot.net
Assalamualaikum wr. wb.
Saya mau menanyakan perihal selamatan. Kata ibu saya itu salah satu sedekah. Sedekah dengan cara menciptakan masakan dan mengajak orang-orang untuk makan bersama, terkadang juga di isi dengan doa-doa dalam al-qur'an dan kata-kata dalam bahasa jawa. Jenis-jenis selamatannya menyerupai "pindahan, motor/mobil baru, kematian (1minggu, 100hari, 1000hari dsb), 7 bulan kehamilan, 3 bulan kehamilan dan lain-lain.
1. Apakah dalam islam itu di benarkan?
2. Kalau iya darimana dalilnya?
3. Kalau tidak darimana dalilnya dan selamatan yang bagaimana yang ada dalam islam dan yang di praktekan oleh nabi (aqiqah dsb)?
Tolong di jelaskan seluruh selamatan yang ada dalam islam, sehingga kalau orang bau tanah saya
menyuruh di luar dari itu tidak saya lakukan. Terima kasih.
TOPIK KONSULTASI ISLAM
- Selamatan Dan Syukuran Dalam Islam
- Bid'ah Baik dan Bid'ah Buruk
- Dilema Menikah Dengan Lelaki Cinta Pertama Atau Kedua?
- Iddah Wanita Yang Suaminya Di Penjara
- Hukum Air Bekas Wudhu Yang Dipakai Wudhu Lagi
- Antara Janji Ke Kakek Dan Perintah Ibu
- CARA KONSULTASI SYARIAH ISLAM
JAWABAN SELAMATAN DAN SYUKURAN DALAM ISLAM
1. Islam membagi kegiatan insan menjadi 2 kategori. Yaitu, aktifitas ibadah dan aktifitas muamalah (perilaku non-ibadah menyerupai transaksi dan tradisi). Ada kaidah fiqih yang menjadi standar dasar yang disepakati oleh ulama fiqih termasuk dari kalangan Salafi Wahabi (Sawah) dalam menyikapi kedua kategori tersebut sebagai berikut:
والأصل في العبادات المنع والتوقيف، وفي العادات الإباحة والإذن، وفي الأبضاع التحريم، وفي الأموال المنع.
- Maksud dari kaidah fiqih di atas ialah bahwa dalam problem ibadah kita tidak boleh membuat-buat sendiri tanpa ada dasar Alquran dan/atau hadits. Dan tidak boleh mengurangi atau menambahi ibadah yang sudah ditentukan. Seperti shalat subuh 2 rokaat tidak boleh ditambah atau dikurangi.
- Adapun tradisi, maka aturan dasarnya ialah boleh dan dimaafkan. Artinya, insan diberi kebebasan oleh Islam untuk berinovasi dan mengkreasi suatu kebiasaan dan itu dibolehkan selagi di dalamnya tidak ada unsur-unsur yang bertentangan dengan syariah (QS Yunus ayat 59)..
Dari sedikit uraian di atas, maka pengikut Wahabi dan non-Wahabi setuju bahwa shalat, puasa, haji, zakat itu ialah ibadah dan tidak boleh ditambah atau dikurangi. Namun, aliran Wahbi dan non-Wahabi berbeda pendapat dalam hal-hal di luar itu. Misalnya, apakah selamatan atau syukuran pada ketika pindah rumah, beli kendaraan beroda empat baru, kematian (1 - 7, 40, dll) itu termasuk ibadah atau tradisi? Bagi kelompok Wahabi, itu ialah masuk ranah ibadah, alasannya ialah itu dihentikan alasannya ialah tidak ada dalilnya alias dianggap bid'ah. Bagi kalangan non-Wahabi, menyerupai kalangan yang secara kultural berhubungan ke NO (Nahdlatul Ulama) kegiatan tersebut ialah potongan dari tradisi. Karena itu tidak larangan melakukannya selagi tidak hal-hal yang berlawanan dengan syariah di dalamnya. Kami lebih condong pada padangan kedua yakni boleh. Apalagi di dalam program itu dibaca bacaan-bacaan dari ayat Alquran yang terang dalam hadits atas kebaikannya.
Tentang bid'ah itu sendiri Wahabi dan non Wahabi berbeda pendapat. Wahabi hanya mengenal satu bid'ah yakni bid'ah dalalah (sesat). Kalangan Ahlussunnah non-Wahabi membagi bid'ah menjadi sayyi'ah (buruk) dan hasanah (baik). Baca detail: Bid'ah Baik dan Bid'ah Buruk. Dalil adanya bid'ah baik dan jelek ini sangat besar lengan berkuasa dan merupakan pendapat secara umum dikuasai ulama salaf.
Baca juga:
- Hukum Peringatan Maulid Nabi
- Wahabi Salafi, Apa itu?
2. Lihat poin 1.
3. Lihat poin 1.
_______________________
DILEMA MENIKAH DENGAN LELAKI CINTA PERTAMA ATAU KEDUA?
Aslm..
Saya minta tolong kepada Anda untuk kasih sedikit saran/solusi atas problem dilema cinta saya. Maaf kalo agak panjaug critanya
Saya De yang punya cnta pertama pada usia 16th pada th 2008. Cnta prtama saya berjulukan Di. Dan kmi harus trpisah alasannya ialah Di harus kluar negri untuk bkerja. Di mnggalkan saya tanpa korelasi pcar atau beliau tidak mngatakan klo beliau ska saya. Padahl saya ykin beliau ska saya dan saya mmang mnyukainya.
Th 2012 saya mmpunyai pcar bnrma Ha hngga ketika ini kmi msh brpcaran. Disela2 korelasi saya dan Ha, Di tba2 mncul lewat media umum Facebook pada ahir 2012 dmana korelasi saya dan Ha sdh berpacaran. Saya tidak jjur perihal Ha. Dan Di mnytakan prsaannya klo beliau mnyukai saya dr tahun 2008 silam. Dlu Di aib mngungkapkannya alasannya ialah Di belum mmpunyai pkrjaan. Dan mulai ketika itu saya mnjalin korelasi stts berpcaran dengan Di yang msh d negra lain dan Ha yang da di kota lain. Tapi Ha selalu dtg pada saya stiap lbur krja. Saya mlihat Ha orang yang sderhana tapi taat beribadah dan sayag bgt ma saya. Bftu byk pngorbanan Ha untuk saya. Hingga saya hampir mmilih Ha untuk saya jdikan suami dan mlupakan Di yang mnjdi cinta prtama saya dan jjur saya mnyukainya alasannya ialah parasnya dan belum prnh mnyukai laki2 lain spt saya mnyukainy.
Tapi problem lain muncul ktika Ha ingn mnikahi saya agustus kmrn, orang tuanya tidak merestui korelasi kta. Orang tuanya tidak mnyukai saya dan ingn mlhat anakany( Ha ) mnjadi orang sukses dlu yaitu mnjadi karyawan ttap d prusahan kawasan Ha bkerja. Ortuny gres mengijinkan Ha mnikah tahun depan agsts. Hingga ortu Ha gk jarang menelpon ibu saya dan melontarkan kata-kata yang pahit dan mnyakitkan tanpa spengetahuan Ha dan saya dan mncoba mmisahkan saya dan Ha. Dia juga mnyuruh untuk mmisahkan saya dan berusahaa mmbuat ibu saya benci terhadap Ha. Kegagalan prnikahn saya dan Ha mmbuat saya ingin bnr2 melupakan Ha dan ingn kmbali kepada Di. Di tidak tahu problem korelasi saya dan Ha. Dan tidak tahu pula hingga saya hampir menikah dengan Ha. Karenaa saya mmang sengaja tidak akan memutuskan slh satu dr mereka smpai saya bnar2 resmi mnjd seorang istri. Di brencana cuti d bulan oktober th 2013 ini dan berjanji akan mnikahi saya. Tapi kputusan itu belum 100% tapi gres 80% kmungkinan Di bisa cuti.
Yang saya tidak sangka trnyata Ha tidak mengalah dengan keadaan. Meski tanpa restu ortu beliau tetap akan mnikahi saya dengan sgla kmampuan yang ia miliki tanpa akan mminta sdkitapiun kbutuhan prnikahn kami dr ortunya. Sbnarny Ha ingin menikahi saya bulan kmarin tanpa spengetahuan ortuny dan mngadakan resepsiny pada bulan depan dengan mengundang ortunya. Ini dsbabkn alasannya ialah fktor dana yang harus Ha persiapkn sendiri. Tapi karenaa perhitungan hari baik ibu saya melarang kami mnikah bulan kmarin dan menyarankan kami mnikah bulan dpan brsmaan dengan resepsi. Saya tidak begitu pusing dengan Di alasannya ialah belum niscaya Di bisa pulng bulan dpan dan itu akan saya jadikan alsan bila saya harus mnikah dengan Ha.
1. Baru tadi sore Di mnelpon saya bhwa beliau akan pulng bulan dpan dan akan mnikahi saya. Di begitu serius dengan cinta dan niatnya . Dan saya tidak mmberitahukn perihal planning prnikahn saya dengan Ha. Saya begitu galau ap yang harus saya lakukan, saya pernh mncba istkharah tapi belum ada kemantapan hati untuk menentukan dan memutuskn. Saya ksihn pada Ha tapi saya skit hati dengan ucapan ortu Ha. Dan saya mncntai Di dr dlu dan mmang cma Di orang yang sbnrny saya cintai.
Saya tidak bisa mninggalkn Ha alasannya ialah saya ksihan begitu bisaar pngornbanan dan rsa cinta, bukn cuma saya yang mnyadari itu tapi keluarga sayapun menyadarinya. Saya mengenal diri Ha mgkn 90%. Tapi saya sendiri mngenal Di mgkn hanya 30%.dan saya mlihat Ha orang yang brtggung jawab dan sayag saya dan taat beribdah. Klo saya mngenal Di adlh orang yang msh mngrjakan kwjiban shlat wlaupun d negri orang yang myoritas nonmuslim.
Saya bngung dengan bgaimana saya mnghadapi bulan dpan. Prsaan saya yang kurang peka mmbuat saya susah untuk mndapatkn kmantapan hati stlh istikhoroh.
Tahunxa
JAWABAN
1. Anda punya pilihan untuk menentukan yang mana. Tapi dalam syariah disarankan biar faktor agama atau ketakwaan dan kesalihan seseorang menjadi kriteria utama dalam menentukan jodoh. Lihat: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
Lihat juga: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
_______________________
HUKUM AIR BEKAS WUDHU YANG DIPAKAI WUDHU LAGI
Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu
Dalam sebuah lembaga pernah ada pertanyaan yang inti dari pertanyaan tersebut adalah:
1, apakah air bekas wudhu (yang telah digunakan berwudhu, misal: membasuh muka) bila menetes lagi ke air wudhu gres (misal: untuk membasuh muka yang kedua kalinya) membatalkan wudhu? Air tersebut air yang mengalir (misal: dari kran).
2. Apakah airnya sudah dihukumi musta'mal?
3. Dari pertanyaan tersebut juga disampaikan bahwa air wudhu (saat berwudhu) bisa menggugurkan dosa-dosa, kemudian semisal menetes lagi ke air wudhu yang gres apakah dosa-dosa yang telah gugur tadi kembali lagi kepada orangnya? Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.
JAWABAN
1. Tidak membatalkan wudhu kalau yang menetes cuma sedikit. Lihat: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
2. Iya dihukumi musta'mal, tapi dimaafkan. Artinya tidak hingga membatalkan wudhu.
3. Sebuah hadits sahih riwayat Muslim Nabi bersabda:
إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء أو آخر قطر الماء، فإذا غسل يديه خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء، فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء حتى يخرج نقياً من الذنوب.
Arti ringkasan: Bahwa setiap tetesan atau final tetesan dari wudhu sanggup menggugurkan dosa-dosa. Hadits di atas merupakan fadilah yang bertujuan biar seorang muslim rajin berwudhu dan beribadah. Dan bahwa betapa besarnya keutamaan berwudhu. Tapi, hendaknya ia tidak dimaknai secara matematis menyerupai yang Anda tanyakan. Intinya adalah: wudhu yang sah dan benar besar pahalanya sehingga sanggup menebus dosa-dosa kecil.
_______________________
ANTARA JANJI KE KAKEK DAN PERINTAH IBU
Assalamu'alaikum
Pak Ustadz, saya mau tanya. Saya galau Pak Ustadz, dulu sehari sebelum kakek saya meninggal kakek saya berpesan " Nak, nanti kmu klo kuliah ambil jurusan A ya, dan saya menjawab iya kek". Tapi, di sisi lain Ibu saya dari dulu ingin saya mngmbl jurusan B.
Nah, ini saya galau Pak Ustadz saya harus menepati kesepakatan saya kepda kakek atau saya mematuhi Ibu saya, saya takut mengcwkn Ibu, tapi di sisi lain saya takut melnggar janji?
JAWABAN
Anda hendaknya memenuhi perintah dari ibu. Karena taat pada perintah orang tua, terutama ibu, ialah wajib selagi tidak melanggar syariah. Lihat: https://doaselamatan.blogspot.com/search?q=
Adapun ingkar kesepakatan pada kakek itu kurang baik, tapi bukanlah termasuk dalam dosa besar. Cukuplah anda bertaubat atas kesalahan ingkar kesepakatan tersebut.
_______________________
Sumber https://www.alkhoirot.net
Buat lebih berguna, kongsi:

